Jumat, 27 Maret 2020

Cara Mengatasi Diare dengan Bahan Herbal


Diare merupakan salah satu penyakit yang jika tidak ditangani dengan baik dapat berakibat fatal. Gejala diare ditandai dengan adanya intensitas Buang Air Besar (BAB) yang lebih tinggi dari normal. Selain itu, perut akan terasa kram dan kembung. Feses yang dihasilkan juga lebih encer. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan diare seperti infeksi bakteri, konsumsi antibiotik, dan alergi terhadap makanan. Infeksi bakteri dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri seperti salmonella

Bakteri ini biasanya terkandung dalam makanan yang tingkat kebersihannya kurang terjaga. Konsumsi antibiotic juga dapat mengakibatkan diare karena antibiotik dapat membunuh bakteri baik dalam usus. Alergi makanan dapat menimbulkan diare sebagai hasil reaksi tubuh yang tidak dapat mencerna makanan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui jenis makanan yang intoleran terhadap tubuh. Penanganan awal diare sangatlah penting untuk mencegah keadaan yang lebih fatal. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa diare dapat memicu kematian jika tidak tertangani dengan baik. 

Salah satu masalah yang berkaitan dengan diare adalah mencegah tubuh penderita dari dehidrasi akut. Diare dapat membuat tubuh kehilangan cairan yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini akan memicu dehidrasi yang jika tidak dicegah mejadi lebih fatal. Bahan herbal menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan sebagai pertolongan pertama dalam diare. Kamu bisa mencoba cara mengatasi diare dengan bahan herbal ketika dihadapkan dengan kasus diare. 

Pertama, kamu bisa mengonsumsi larutan eletrolit atau oralit. Larutan ini bisa mencegah tubuh untuk kehilangan lebih banyak cairan sehingga tubuh tidak akan mengalami dehidrasi yang lebih parah karena diare. Cara membuat larutan elektrolit ini sangatlah mudah. Kamu hanya membutuhkan setengah sendok teh garam dapur, delapan sendok teh gula pasir, dan satu liter air matang. 

Caranya? Siapkan teko yang akan digunakan kemudian masukkan garam dan gula ke dalam teko. Setelah itu, air matang dapat ditambahkan dalam larutan. Kemudian, aduk larutan hingga merata. Untuk mencegah kondisi yang lebih buruk, kamu perlu menghindari beberapa minuman yang dapat memperparah sistem pencernaan. Minuman yang bersoda, kopi, dan alkohol adalah beberapa contoh yang harus dihindari ketika diare. 

Cara mengatasi diare dengan bahan herbal yang lain adalah mengonsumsi jahe? Mengapa jahe baik untuk penderita diare? Hal ini dikarenakan sifat antibakteri yang dimiliki oleh jahe. Zat antibakteri dalam jahe dapat menghambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan diare. Sehingga, gejala diare akan lebih ringan setelah mengonsumsi jahe. Selain itu, jahe juga berkhasiat dalam mengatasi rasa mual dan kram di perut. Pengolahan jahe yang tepat dapat digunakan untuk mengobati diare dan mencegah keadaan memburuk. 

Mengatasi diare dapat juga dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kadar serat yang tinggi. Makanan berserat dapat meningkatkan energi pada penderita diare. Selain itu, makanan berserat juga dapat memadatkan tinja yang membantu mengatasi masalah diare. Beberapa contoh makanan berserat yang dapat dikonsumsi oleh penderita diare adalah pisang, kentang, nasi merah, nasi putih, saus apel, dan daging ayam tanpa kulit. Penderita juga dapat mengonsumsi teh chamomile

Teh ini dipercaya mengandung zat yang berfungsi anti radang. Sehingga, teh ini dapat digunakan untuk melindungi usus dari iritasi lebih lanjut dan meredakan diare. Minum teh chamomile juga dapat mengurangi rasa mual dan kram pada perut. Hal ini tentu sangat membantu bagi penderita diare. Setelah sembuh dari diare, penderita harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi aman untuk tubuh.


EmoticonEmoticon